Setelah sekian lama aku tak bersapa dengan blogku tercinta ini, dan ketika aku membuka daftar postingan, ternyata aku sudah mempublish sekitar 60 publish.an... WAW... angka yang bagiku luar biasa loohh....
banyak yang belum bisa aku publish disini...
dibanding dengan blog tetangga... hihihi alias blog teman sekelasku yang sudah mulai rajin mempost hasil laporan ataupun praktikum kami.... aku disini lebih suka untuk sharing informasi secara umum, dalam bentuk materi, maupun hal hal yang berbau seni... seni tulis menulis alias puisi atau cerpen...
dan memang tak pernah berharap akan anyak yang melihat postinganku ini, jadi aku tak pernah sedih hati ketika daftar jumlah penayangan tiap tulisanku sangatlah minim...
banyak materi kegizian yang ingin aku share pula disni, tapi mungkin aku akan memulai entah kapan... yang jelas ketika semua pekerjaan dan tanggung jawabku sebagai mahasiswa yang diberi mandat menjadi panitia inti dalam suatu acara kelar, maka aku akan menyempatkan diri mempublish sedikit demi sedikit ilmuku... dan juga hatiku...
salam baca
achi
menulis bisa menciptakan sebuah dunia baru. dengarkan kata hatimu dan berbagilah dengan menuliskannya.
Jumat, 12 Juni 2015
Sabtu, 22 November 2014
Harmonis
kala itu dingin
mulai merasuk
bahkan tak bisa dihangatkan cahaya mentari yang mulai menampakkan sinarnya
kurasakan dinginnya pagi yang cerah itu
tapi disaat bersamamu kurasakan hangat
ketika kepalaku bisa bersandar dibahumu
kurindukan saat itu, ketika untuk pertama kali kubiarkan diriku
menjadi sepenuhnya wanita yang butuh dijaga dan diperhatikan
ketika aku tak perlu harus berlagak menengadahkan kepala
meski sebenarnya rapuh
kurindukan saat itu, ketika cahaya menelisik dibalik pepohonan
dan pelangi menghiasi biru langit hari itu..
indah, itu yang bisa kuucapkan..
sepatah kata yang terucap..
entah bagaimana hatiku mendeskripsikannya
betapa sempurnanya hari-hari yang terlewati
hari terakhir naik kereta bersamamu
cerah, embun, dan pelangi
Tuhan sangat baik hati kala itu
tak ada warna yang bisa mewakili keindahan kenangan itu..
kanvas hidupku..
satu bingkai tentangmu..
warna terindah dan tak seorangpun yang bisa mengungkapkan..
betapa berwarnanya hariku denganmu..
warna yang berbeda, namun sungguh HARMONIS
@archi_aime
bahkan tak bisa dihangatkan cahaya mentari yang mulai menampakkan sinarnya
kurasakan dinginnya pagi yang cerah itu
tapi disaat bersamamu kurasakan hangat
ketika kepalaku bisa bersandar dibahumu
kurindukan saat itu, ketika untuk pertama kali kubiarkan diriku
menjadi sepenuhnya wanita yang butuh dijaga dan diperhatikan
ketika aku tak perlu harus berlagak menengadahkan kepala
meski sebenarnya rapuh
kurindukan saat itu, ketika cahaya menelisik dibalik pepohonan
dan pelangi menghiasi biru langit hari itu..
indah, itu yang bisa kuucapkan..
sepatah kata yang terucap..
entah bagaimana hatiku mendeskripsikannya
betapa sempurnanya hari-hari yang terlewati
hari terakhir naik kereta bersamamu
cerah, embun, dan pelangi
Tuhan sangat baik hati kala itu
tak ada warna yang bisa mewakili keindahan kenangan itu..
kanvas hidupku..
satu bingkai tentangmu..
warna terindah dan tak seorangpun yang bisa mengungkapkan..
betapa berwarnanya hariku denganmu..
warna yang berbeda, namun sungguh HARMONIS
@archi_aime
Jumat, 03 Oktober 2014
Padamu
Pkiran.q brkecamuk ktika melhat sosok d dpan.q,
sosok yg sbnarny mash blum bsa mlepaskan.ku dri hdupnya
tpi dipaksa kerja rodi untk menghlangkan.ku dri otak.nya
entah bgaimana jadiny hdup.q tnpanya sosok sempurna bhkan
dgan smua kkurangn.ny
sosok smpurna yg akn slalu menjadi smpurna dlam hdup.ku
aku mencintaimu
"Archi"
Kamis, 28 Agustus 2014
Dengan Hati
kutulis
lagi satu catatan tentangmu
tentang
harmoni yang berjalan mengiringi kita
setia
menemani merki harus berdarah
ketika
perbedaan tersamarkan karena sebuah perasaan
tak
ada yang bisa mengelak akan hal itu
siapa
yang akan disalahkan akan hal itu?
tak
ada...
bolehkah
aku berbicara dengan Tuhanmu barang semenit,
agar
bisa kukatakan padanya betapa kata-kataku sungguh
agar
Tuhanmu tahu bahwa perasaan ini tak meragu
tuk
memberikan apa yang dirasakannya kepadamu
semuanya...
tanpa tersisa...
setidaknya
aku menjalani ini dengan hati
tanpa
sandiwara dan tanpa berpura-pura
setidaknya...
aku
menjalani ini dengan sepenuh hatiku
mata
dan hati ini sudah tertuju padamu
meski
banyak yang berjalan disebelahku
tapi
untuk sekian kalinya...
setidaknya
aku hanya memandangmu
lurus
tepat di depanku
bolehkan
aku bicara lagi dengan Tuhanmu
karena
aku sudah bercerita pada TUuhanku
tentang
kamu...
tentang
kitaa....
agar
Tuhan kita tahu, apa yang kita rasakan
apa
yang aku rasakan
padamu
setap
detik yang terlewat
setiap
kenangan yang kau buat
satu
yang kuharapkan
dan
berharap Tuhanku mau berbicara pada Tuhanmu
menyampaikan
harapanku padamu
untuk
menjalani semua ini dengan hati
setidaknya
sampai Tuhan kita memutuskan suatu hal
untuk
menyatukan, atau memisahkan
setidaknya....
hanya satu yang kuharapkan
saat
aku bisa berbicara pada Tuhanmu
that
all of this is not an act, but a fact..
@arian
23:56 06/05/2014
Bagaimana Jika Kau Saja?
kau... ya kau yang ada disana..
yang sedang mengotak-atik sayuran untuk dimasak..
kau... yang sedang sibuk mengolahnya agar menjadi makanan yang begitu lezat..
dan yaa... aku yang ada disini yang melihatmu melakukan segalanya..
jika kupikir.. kita memang memiliki banyak persamaan...
semangatnya.... perfeksionisnya... teraturnya...
kurasa kita memiliki takaran yang sama...
melihatmu mengiris bawang, dan lain sebagainya..
melihatmu memisahkan mereka dalam satu tempat yang sama..
melihatmu sejenak menjadi koki yang dikirim untuk membuat masakan untukku
meski terkadang aku melihatmu dan merasa entah ada yang tidak pas dalam melakukannya
terasa berbeda dengan latar belakang lingkungan yang berbeda
tapi aku bisa begitu menerimanya
saat itu aku sempat bertanya pada Tuhan
apakah aku tak boleh memiliki orang sepertimu
yang bisa menjaga dan mengayomiku
yang dengan penuh syukur bisa memasakkan sesuatu untukku
sehingga aku tidak perlu merasa harus melakukannya sendiri
kelak ketika aku menjadi seorang istri, atau bahkan ibu
apakah aku tak bisa memilikimu saja??
dengan semua kekurangan yang diberikan Tuhan padamu
yang dimataku semuanya adalah sebuah kesempurnaan
hanya satu kesempurnaan yang ternyata malah menjadi kekurangan bagi kita
iman kita... yang berbeda...
satu pertanyaan yang tak pernah lepas dari pikiranku
yang selalu kutanyakan dan terkadang aku mendapat jawabannya
meski tak yakin dengan itu
mengapa..... Tuhan memberi kita rasa yang sama..
sementara Dia tak bisa mentolerir perbedaan kita??
21:28 26/08/2014
@arian_aime
yang sedang mengotak-atik sayuran untuk dimasak..
kau... yang sedang sibuk mengolahnya agar menjadi makanan yang begitu lezat..
dan yaa... aku yang ada disini yang melihatmu melakukan segalanya..
jika kupikir.. kita memang memiliki banyak persamaan...
semangatnya.... perfeksionisnya... teraturnya...
kurasa kita memiliki takaran yang sama...
melihatmu mengiris bawang, dan lain sebagainya..
melihatmu memisahkan mereka dalam satu tempat yang sama..
melihatmu sejenak menjadi koki yang dikirim untuk membuat masakan untukku
meski terkadang aku melihatmu dan merasa entah ada yang tidak pas dalam melakukannya
terasa berbeda dengan latar belakang lingkungan yang berbeda
tapi aku bisa begitu menerimanya
saat itu aku sempat bertanya pada Tuhan
apakah aku tak boleh memiliki orang sepertimu
yang bisa menjaga dan mengayomiku
yang dengan penuh syukur bisa memasakkan sesuatu untukku
sehingga aku tidak perlu merasa harus melakukannya sendiri
kelak ketika aku menjadi seorang istri, atau bahkan ibu
apakah aku tak bisa memilikimu saja??
dengan semua kekurangan yang diberikan Tuhan padamu
yang dimataku semuanya adalah sebuah kesempurnaan
hanya satu kesempurnaan yang ternyata malah menjadi kekurangan bagi kita
iman kita... yang berbeda...
satu pertanyaan yang tak pernah lepas dari pikiranku
yang selalu kutanyakan dan terkadang aku mendapat jawabannya
meski tak yakin dengan itu
mengapa..... Tuhan memberi kita rasa yang sama..
sementara Dia tak bisa mentolerir perbedaan kita??
21:28 26/08/2014
@arian_aime
![]() |
| pake tangan orang NTT |
Senin, 25 Agustus 2014
Masih Tetap Sama
yang kulihat saat itu...
adalah bahwa waktu empat tahun tak mengubah apapun darimu..
kau masih tetap sama, dengan potongan rambut cepak dan rapi
kulit putih bersih dan senyum yang mempesona
bahkan kebiasaannmu juga tetap sama..
warna putih jadi warna kaos faforitmu
dengan setelah celana jeans kelabu yang terkesan sederhana namun elegan
wajahmu.. dan senyum itu
menampilkan betapa manisnya dirimu dengan gigi gingsul
kau selalu mempesona meski kau masih suka berkelut dengan oli motor
dan meski empat tahun terbilang waktu yang tidak sebentar.menurutku.
dimana aku selalu mengingatmu.
berharap suatu waktu bisa bertemu denganmu, hanya melihatmu. melihat senyummu.
seperti saat itu... hanya dengan melihatmu...
itu sudah cukup memuaskan keinginanku melihat senyum itu lagi.
sudah cukup.hanya begitu.
adalah bahwa waktu empat tahun tak mengubah apapun darimu..
kau masih tetap sama, dengan potongan rambut cepak dan rapi
kulit putih bersih dan senyum yang mempesona
bahkan kebiasaannmu juga tetap sama..
warna putih jadi warna kaos faforitmu
dengan setelah celana jeans kelabu yang terkesan sederhana namun elegan
wajahmu.. dan senyum itu
menampilkan betapa manisnya dirimu dengan gigi gingsul
kau selalu mempesona meski kau masih suka berkelut dengan oli motor
dan meski empat tahun terbilang waktu yang tidak sebentar.menurutku.
dimana aku selalu mengingatmu.
berharap suatu waktu bisa bertemu denganmu, hanya melihatmu. melihat senyummu.
seperti saat itu... hanya dengan melihatmu...
itu sudah cukup memuaskan keinginanku melihat senyum itu lagi.
sudah cukup.hanya begitu.
Kamis, 10 Juli 2014
Raut Dunia
berjuta wajah mengisi bumi
berlalu lalang tiada henti
berbagai paras yang berbeda
begitu indah Tuhan menciptakannya
mereka berjalan kesana-kemari, dengan berjuta raut yang terlukis
marah, bingung, damai, datar, cinta
menunjukan bagaimana mereka memainkan peran
usaha dan jerih payah yang tak berakhir
tetes keringat yang bahkan mulai mengering diterpa dingin angin malam
kuatkan mereka yang tak pernah lelah berusaha
menyambung hidup untuk tetap bernapas
betapa indah dunia, ketika ada harmoni dalam sebuah perbedaan
@kepanjen
200314 07.26pm
kata-kata yang tiba-tiba muncul ketika aku terduduk dan terdiam menikmati petang di kota kepanjen. melihat berbagai wajah yang tak berhenti berlalu lalang. ada berbagai kisah terukir disana, tanpa bisa diketahui pasti bagaimana mereka menjalani garis hidup mereka. yang jelas mereka tak lelah berusaha dan aku berdo'a untuk mereka.
berlalu lalang tiada henti
berbagai paras yang berbeda
begitu indah Tuhan menciptakannya
mereka berjalan kesana-kemari, dengan berjuta raut yang terlukis
marah, bingung, damai, datar, cinta
menunjukan bagaimana mereka memainkan peran
usaha dan jerih payah yang tak berakhir
tetes keringat yang bahkan mulai mengering diterpa dingin angin malam
kuatkan mereka yang tak pernah lelah berusaha
menyambung hidup untuk tetap bernapas
betapa indah dunia, ketika ada harmoni dalam sebuah perbedaan
@kepanjen
200314 07.26pm
kata-kata yang tiba-tiba muncul ketika aku terduduk dan terdiam menikmati petang di kota kepanjen. melihat berbagai wajah yang tak berhenti berlalu lalang. ada berbagai kisah terukir disana, tanpa bisa diketahui pasti bagaimana mereka menjalani garis hidup mereka. yang jelas mereka tak lelah berusaha dan aku berdo'a untuk mereka.
Langganan:
Postingan (Atom)
